Kamis, 11 Februari 2010

GLOBALISASI EKONOMI


"EKONOMI RAKYAT DAN GLOBALISASI" [8 Artikel]
> Januari 2004
Dengan Ekonomi Pancasila Menyiasati Globalisasi

Oleh: Mubyarto
--- Globalisasi mempunyai 2 pengertian pertama, sebagai deskripsi/definisi yaitu proses menyatunya pasar dunia menjadi satu pasar tunggal (borderless market), dan kedua, sebagai “obat kuat” (prescription) menjadikan ekonomi lebih efisien dan lebih sehat menuju kemajuan masyarakat dunia. Dengan dua pengertian ini jelas bahwa menurut para pendukung globalisasi “tidak ada pilihan” bagi setiap negara untuk mengikutinya jika tidak mau ditinggalkan atau terisolasi dari perekonomian dunia yang mengalami kemajuan sangat pesat.
> November 2002
Kegagalan Perundingan Pertanian WTO di Cancun: Peluang atau Ancanan buat Ekonomi Rakyat?

Oleh: M. Hussein Sawit
--- Pada tanggal 10-14 September 2003 di Cancun Mexico telah diadakan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO. Salah satu isu terpenting yang dibahas adalah aspek pertanian, sektor penting Indonesia dan sejumlah besar negara berkembang (NB) lain di dunia. Pertemuan itu ternyata gagal, karena negara berkembang bersatu dan tidak berhasil dipecah belahkan oleh negara maju (NM). Ini jauh berbeda dengan KTM ke IV di Doha, dimana NM dapat memaksakan kehendak, dengan menciptakan berbagai tipu muslihat.
> September 2003
Mewaspadai Kapitalisme Global

Oleh: Setyo Budiantoro
--- Sulit dipungkiri, kenyataan yang bercokol di jagat adalah pertarungan pengaruh. Pertarungan yang menyentuh hal yang paling subtil dalam diri manusia, yaitu kesadaran. Hal ini sangat strategis, sebab seperti yang dikatakan Gramsci “If you can occupy peoples' heads, their hearts and their hands will follow”. Globalisasi telah mengakselerasi secara intensif dan ekstensif, sebuah homogenisasi pemikiran.
> September 2003
Model Pembangunan Versi Bank Dunia: Sebuah Kritik Awal

Oleh: Ali Sugihardjanto
--- Periode baru, setelah Perang Dunia ke II sampai berakhirnya Perang Dingin, secara nyata berawal dengan runtuhnya tembok Berlin (1989). Periode ini paling kaya dengan perdebatan baik ide pembangunan maupun berbagai pengalaman dengan civilization matérielle. Keberhasilan model Marshall-Plan dalam membangun ulang ekonomi Eropa, yang cukup babak-belur akibat PD II, telah mengukuhkan serta memberi legitimasi epistemologis berskala internasional atas keampuhan pemikiran Fordisme.
> Juli 2003
CGI, IMF, dan Ekonomi Pancasila

Oleh: Edy Suandi Hamid
--- Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.
> Mei 2003
Robohnya Ilmu Ekonomi Ortodoks

Oleh: Setyo Budiantoro
--- Setelah bergumul dan mendalami masyarakat di Asia, J.H. Boeke tahun 1930-an melakukan pengolahan teoritis dan menginisiasikan teori ”dualisme ekonomi”. Ia menjelaskan bahwa di Asia selain ada sistem ekonomi yang diimpor (kapitalisme modern), terdapat pula sistem ekonomi tradisional. Dimana keduanya bagaikan minyak dan air yang sulit bercampur. Menurutnya diperlukan teori ekonomi tersendiri dalam mengembangkan masyarakat dualistis, sebab teori yang dikembangkan kapitalisme modern tak dapat diterapkan.
> September 2002
Ekonomi Kerakyatan dalam Era Globalisasi

Oleh: Mubyarto
--- Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah menjadi korban arus besar “globalisasi” yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. “Diagnosis” tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan).
> Agustus 2002
Investasi Jeblok = Ekonomi Merosot, Benarkah?

Oleh: Mubyarto
--- “Ekonomi Indonesia tidak mungkin pulih dari krisis jika pemerintah dan masyarakat tidak berusaha keras mengadakan investasi atau meningkatkan kembali nilai investasi yang merosot terus sejak krisis tahun 1997/98”. Inilah diagnosis ekonomi khas ekonomi Neoklasik. Sifat khas diagnosis mereka adalah menganggap dunia ekonomi adalah otonom, dianggap lepas (atau bisa dilepas) dari dunia politik, sosial, hukum, dan moral.


Copyright © 2003 www.ekonomirakyat.org
e-mail: redaksi@ekonomirakyat.org dan yae@indo.net.id